ArtikelKomplit.Com

ArtikelKomplit.com berbagi artikel ilmiah, artikel seputar dunia pendidikan, akademika, hukum, sasial, ekonomi, berita terbaru dan tips untuk blog

PENGORGANISASIAN KURIKULUM

PENGORGANISASIAN KURIKULUM

Makalah ini disusun guna memenuhi tugas

Mata kuliah Perencanaan Sistem Pembelajaran PAI

Dengan dosen pengampu Drs. KH. Akhirin Ali, M.Ag.

Oleh:
Nama:  Makmun Aryadi
NIM  : 129030

SEMESTER V

PROGRAM STUDI AL-AHWAL AS SAHSHIYYAH (AS)/

HUKUM PERDATA ISLAM (HPI)

FAKULTAS SYARI’AH



INSTITUT ISLAM NAHDLATUL ULAMA (INISNU) JEPARA

Tahun Akademik 2011/2012

KATA PENGANTAR

Assalamu ‘Alaikum Wr. Wb.

Alhamdulillah , segala puji bagi Allah SWT yang membimbing kami dalam menyelesaikan tugas pembuatan makalah ini, serta senantiasa memberi rizki dan kemudahan kepada kita semua sehingga kita dapat mempresentasikan karya ilmiah ini dengan sebaik-baiknya.

Shalawat salam tidak akan pernah luput terhatur dalam pangkuan Nabi Agung Muhammad SAW sebagai Nurrullah penunjuk jalan kebenaran dan keselamatan, semoga kita tergabung dalam komunitas ummatnya yang tersuguh surga. Amin.

Izinkan kami menyajikan susunan karya ilmiah dalam bentuk makalah yang jauh dari sempurna ini kepada pembaca semua, sebagai prolog di Indonesia istilah “Kurikulum” boleh dikatakan baru menjadi populer sejak tahun lima puluhan, yang  dipopulerkan oleh mereka yang memperoleh pendidikan di Amerika Serikat. Kini istilah itu telah dikenal orang di luar pendidikan, sebelumnya yang lazim digunakan ialah “rencana pelajaran”.

Kurikulum merupakan alat yang sangat penting bagi keberhasilan suatu pendidikan. Tanpa kurikulum yang sesuai dan tepat akan sulit untuk mencapai tujuan  dan sasaran pendidikan yang diinginkan. Kiranya hal ini cukup vital untuk dibahas.
Demikianlah prolog yang dapat kami suguhkan, akhiru qoulinaa.
Wassalamu ‘Alaikum Wr. Wb.

Jepara, 16 Nopember 2011

Pemakalah

PEMBAHASAN MATERI

A.      PENGERTIAN

Dalam pengertiannya, Kurikulum sebenarnya bukan berasal dari bahasa Indonesia, melainkan berasal dari bahasa latin yang kata dasarnya adalah currere, secara harfiah berarti lapangan perlombaan lari, sedang lapangan tersebut ada batas start dan finishnya. Dalam lapangan pendidikan pengertian tersebut dijabarkan bahwa bahan belajar sudah ditentukan secara pasti, darimana mulai diajarkan, kapan diakhiri dan bagaimana cara untuk menguasai bahan pembelajaran tersebut.[1]

Kurikulum adalah sesuatu yang direncanakan sebagai pegangan guna mencapai tujuan pendidikan, apa yang direncanakan biasanya bersifat idea, suatu cita-cita tentang manusia atau warga Negara yang akan dibentuk. Kurikulum ini lazim mengandung  harapan-harapan yang sering berbunyi muluk-muluk.[2]

Kurikulum merupakan alat yang sangat penting bagi keberhasilan suatu pendidikan. Tanpa kurikulum yang sesuai dan tepat akan sulit untuk mencapai tujuan  dan sasaran pendidikan yang diinginkan. Dengan kurikulum yang tepat, maka dapat diharapkan sasaran dan tujuan pendidikan akan dapat tercapai secara maksimal.[3]

Berbagai tafsiran tentang kurikulum dapat kita tinjau dari segi lain, sehingga kita peroleh penggolongan sebagai berikut :[4]

1.      Kurikulum  dapat dilihat sebagai produk, yakni sebagai hasil karya para pengembang kurikulum, biasanya dalam suatu panitia. Hasilnya dituangkan dalam bentuk buku atau pedoman kurikilum, yang biasanya berisi sejumlah mata pelajaran yang harus di ajarkan.

2.      Kurikulum dapat pula dipandang sebagai program, yakni alat yang dilakukan oleh sekolah untuk mencapai tujuannya. Ini dapat berupa mengajarkan berbagai mata pelajaran tetapi dapat juga meliputi segala kegiatan yang dianggap dapat mempengaruhi perkembamgan siswa  misalnya perkumpulan, sekolah pertandingan, pramuka dll.

3.      Kurikilum dapat pula dipandang  sebagai hal-hal yang diharapkan akan dipelajari siswa, yakni pengetahuan, sikap, keterampilan tertentu. Apa yang diharapkan akan dipelajari tidak selalu sama dengan apa yang benar-benar dipelajari.

4.      Kurikulum seagai pengalaman siswa. Ketiga pandangan di atas berkenaan dengan perencanan kurikulum sedangkan pandangan ini mengenai apa yang secara actual menjadi kenyataan pada tiap sisawa. Ada kemungkinan, bahwa apa yang diwujudkan pada diri anak berbeda  dengan apa yang diharapkan menurut rencana.

Dalam undang-undang Sistem Pendidikan Nasional tahun 1989 bab I pasal 1disebutkan bahwa:” Kurikulum adalah seperangkat rencana dan peraturan mengenai isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggara kegiatan belajar-mengajar”[5].

Unsur-unsur yang terdapat dalam suatu kurikulum adalah sebagai berikut:

1.    Seperangkat rencana

Seperangkat rencana, artinya bahwa didalamnya berisikan berbagai rencana yang berhubungan dengan proses pembelajaran.

2.    Pengaturan mengenai isi dan bahan pelajaran

Bahan pelajaran ada yang diatur oleh pusat (kurmas) dan oleh daerah setempat (kurmulok).

3.    Pengaturan cara yang digunakan

Cara mengajar yang digunakan ada berbagai macam, mislnya; ceramah, diskusi,  demontrasi, recitasi dan sebagainya. Di sarankan dalam pelaksanaanya proses pembelajaran hendaknya para guru menggunakan pendekatkan yang student centered bukan yang teatcher centered.

4.    Sebagai pedoman kegiatan belajar-mengajar

 Penyelenggara kegiatan belajar mengajar terdiri atas tenaga kependidikan,yaitu anggota masyarakat yang mengabdikan diri dalam penyelenggaraan pendidikan, sedang tanpa pendidikan, yaitu anggota masyarakat yang bertugas membimbing dan atau melatih peserta didik.

B.       ASAS-ASAS KURIKULUM[6]

Mengebangkan kurikulum bukan sesuatu yang mudah banyak hal yang perlu dipertimbangkan dan banyak pertanyaan yang dapat diperhitungkan untuk diperhitungkan. Ada beberapa asas yang melandasi sebuah kurikulum diantaranya:[7]

a.    Asas filosofis yang berkenaan dengan dengan tujuan pendidikan yang sesuai dengan filsafat Negara.

b.    Asas psikologis  yang memperhitunkan factor anak dalam kurikulum, yakni (a) psikologi anak, (b) psikologi belajar, bagaimana proses belajar anak.

c.    Asas sosiologis, yaitu keadan masyarakat, perkembangan dan perubahanya, kebudayaan manusia, hasil kerja manusia berupa pengetahuan, dan lain-lain.

d.    Asas organisatoris yang mempertimbangkan bentuk dan organisasi bahan pelajaran yang dihasilkan.

C.      FUNGSI KURIKULUM[8]

Sebelum jauh membicarakan tentang kurikulum ada beberapa pihak yang terkait dalam kurikulum sekolah secara langsung yaitu; guru, kepala sekolah, para penulis buku ajar, dan masyarakat. Dalam hal ini akan dipaparkan seberapa jauh keterlibatan mereka dalam melaksanakan kurikulum.

a.    Fungsi kurikulum bagi para penulis[9]

Para penulis buku ajar mestinya mempelajari terlebih dahulu kurikulum yang berlaku pada waktu itu. Untuk membuat berbagai berbagai pokok bahasan maupun sub pokok bahasan, hendaknya penulis buku ajar membuat analisis intruksionl terlebih dahulu. Beberapa hal yang harus menjadi kriteria buku ajar adalah:

1.    Bahan hendaknya bersifat pedagonis, artinya bahan harus berisikan hal-hal yag normative.

2.    Bahan hedaknya bersifat psikologis artinya bahan harus disesuaikan dengankejiwaan peserta didik yang mempergunakanya.

3.    Bahan hendaknya disusun secara didatis maksudnya bahan disusun sedemikian rupa sehingga mudah untuk di ajarkan.

4.     Bahan hendaknya bersifat sosiologis tidak controversial dengan keadaan masyarakat.

5.     Bahan hendaknya bersifat yuridis, artinya  tidak bertentangan dengan dengan UUD 45, GBHN, Undang-undang system pendidikan nasional dan peraturan-peraturan lain.

b.    Fungsi kurikulum bagi guru[10]

Bagi guru baru sebelum mengajar pertama-tama yang perlu dipertanyakan adalah kurikulumdan garis-garis besar program pengajaran. Setelah ditemukan barulah guu mencari berbagai sumber bahan yang relevan atau yang telah ditentukan oleh DEPDIKNAS.

c.    Fungsi kurikulum bagi kepala sekolah[11]

Bagi kepala sekolah yang baru, yang dipelajari pertama kali adalah tujuan lembaga yang akan dipimpinnya. Kemudian mencari kurikulum yang berlaku untuk dipelajari. Selanjutnya tugas kepala sekolah melaksanakan supervise kurikulum.

d.   Fungsi kurikulum bagi masyarakat[12]

Kurikulum adalah alat produsen dari sekolah, sedang masyarakat adalah konsumen. Sudah barang tentu antara produsen dan konsumen harus sinkron. Kurikulum sekolah outputnya harus dapat link and murch dalam masyarakat.

D.      KOMPONEN-KOMPONEN KURIKULUM[13]

Ada empat komponen kurikulum, yakni: (1) tujuan, (2) bahan pelajaran, (3) proses belajar mengajar, (4) evaluasi dan penilaian. Keempat komponen itu dapat digambarkan dalam bagan sebagai berikut:

TUJUAN

EVALUASI       BAHAN

PBM

Keempat komponen itu saling berhubungan. Setiap komponen berkaitan erat dengan ketiga komponen lainnya, tujuan menentukan bahan apa yang akan dipelajari, bagaimana proses belajarnya, dan apa yang harus dinilai. Demikian pula penilaian dapat mempengaruhi komponen lainnya. Pada saat dipentingkannya evaluasi dalam bentuk ujian, maka timbul kecenderungan untuk menjadikan bahan ujian sebagai tujuan kurikulum, proses belajar-mengajar cenderung mengutamakan latihan dan hafalan.

Bila salah satu komponen berubah, misalnya ditonjolkannya tujuan yang baru, atau proses belajar-mengajar, misalnya metode baru, atau cara penilaian, maka semua komponen lainnya turut mengalami perubahan. Kalau tujuan jelas, maka bahan pelajaran, PBM, maupun evaluasi pun lebih jelas.


E.       PENGORGANISASIAN KURIKULUM[14]

Organisasi kurikulum yaitu pola atau bentuk bahan pelajaran disusun dan disampaikan kepada murid-murid, merupakan suatu dasar yang penting sekali dalam pembinaan kurikulum dan bertalian erat dengan tujuan program pendidikan yang hendak dicapai, karena bentuk kurikulum turut menentukan bahan palajaran, urutannya dan cara menyajikannya kepada murid-murid.

Tujuan-tujuan yang dicapai dengan kurikulum berdasarkan mata pelajaran yang terpisah-pisah. Demikian pula berlainan cara menyampaikannya dan isi pelajarannya. Tujuan-tujuan pendidikan yang mengenai seluruh pribadi anak dihalang-halangi oleh kurikulum yang disusun untuk memupuk segi intelektualnya.

Adapun jenis-jenis kurikulum

a.      Separate-Subject Curriculum[15]

Disebut demikian karena segala bahan pelajaran disajikan dalam subject atau mata-pelajaran yang terpisah-pisah, yang satu lepas dari yang lain.

Adapun manfaatnya;

1.      Bahan pelajaran dapat disajikan secara logis dan sistematis,

2.      Organisasi kurikulum ini sederhana, mudah dilaksanakan dan direncanakan,

3.      Kurikulum ini mudah dinilai,

4.      Kurikulum ini juga dipakai di pendidikan tinggi,

5.      Kurikulum ini telah dipakai berabad-abad lamanya dan sudah menjadi tradisi,

6.      Kurikulum ini lebih memudahkan guru

7.      Kurikulum ini mudah diubah,

8.      Organisasi kurikulum yang sistematis seperti yang dimiliki oleh Subject Curriculum esensial untuk menafsirkan pengalaman.

b.      Correlated Curriculum[16]

Para pendidik yang melihat kelemahan Separate-Subject Curriculum  dan merasa tidak puas dengan kurikulum itu berikhtiar dan mencari jalan untuk memberikan kepada murid pengalaman-penglaman yang ada hubungannya.

Ada yang menghubungkan mata pelajaran yang satu dengan yang lain dengan memelihara identitas matapelajaran, ada pula yang menyatu padukan mata pelajaran dengan menghilangkan identitas matapelajaran dalam bidang studi tertentu. Bentuk kurikulum seperti ini juga disebut Broad-Field Curriculum.

c.       Integrated Curriculum[17]

Integrasi berasal dari kata “integer” yang berarti unit. Dengan Integrasi dimaksud perpaduan, koordinasi, harmoni, kebulatan keseluruhan. Adapun manfaatnya;

1.      Unit merupakan suatu keseluruhan yang bulat,

2.      Unit menerobos batas-batas matapelajaran,

3.      Unit berdasarkan atas kebutuhan anak,

4.      Unit didasarkan pada pendapat-pendapat modern mengenai cara belajar,

[1] Dakir, “Perencanaan dan Pengembangan Kurikulum”, (Jakarta: PT. Rineka Cipta), 2004, Hal:2

[2] Op.Cit, Hal. 8

[3] Kata pengantar dalam Asas-Asas Kurikulum karya Prof. Dr. S. Nasution, M.A.(Jakarta: PT. Bumi Aksara), Edisi II, Cet. 9, 2008

[4] Ibid, Hal: 9

[5] Op.Cit, “Perencanaan dan Pengembangan Kurikulum”, Hal: 3

[6] Op.Cit, “Asas-Asas Kurikulum”, Hal: 10

[7] Op.Cit, Hal: 11

[8] Loc.Cit, “Perencanaan dan Pengembangan Kurikulum”, Hal: 12

[9] Ibid, Hal: 13

[10] Ibid, Hal: 15

[11] Ibid, Hal: 16

[12] Ibid, Hal: 17

[13] Loc.Cit, “Asas-Asas Kurikulum”, Hal: 17

[14] Ibid, “Asas-Asas Kurikulum”, Hal: 176

[15] Ibid, Hal: 178

[16] Ibid, Hal: 191

[17] Ibid, Hal: 195
Anda baru saja membaca artikel yang berkategori Makalah dengan judul PENGORGANISASIAN KURIKULUM. Jika kamu suka, jangan lupa like dan bagikan keteman-temanmu ya... By : ArtikelKomplit.Com
Ditulis oleh: Aryo Ardhi - Kamis, 17 November 2011

Belum ada komentar untuk "PENGORGANISASIAN KURIKULUM"

Poskan Komentar